Pernikahan bukanlah hal yang mudah, bahkan untuk seorang manusia
"pecinta damai" seperti saya. Kenapa saya menyebut diri saya sebagai
"pecinta damai" , karena saya akan sangat menikmati suasana tanpa
masalah, adem ayem, dan baik-baik saja.
Sebisa mungkin, saya akan menghindari hal-hal yang pada ujungnya akan menimbulkan masalah.. (sifat dasar manusia)
Tapi, ketika menjalani pernikahan, perasaan bener-bener di "uyek-uyek"..
Bagaimana
tidak...??? saya dan suami harus bisa menerima bukti nyata dari semua
"wejangan" orang tua saya.. "Menikah itu...seperti membeli kucing
didalam karung.. Tidak terlihat cakar ataupun giginya..hanya terdengar
suara MEONGnya saja.." hahaha...
Mencintai hingga terluka...mungkin itulah pernikahan.
"Akhirnya mereka menikah, dan hidup berbahagia selamanya..." itu hanya ada di dongeng.
Sah menikah itu baru awalnya saja sedangkan bahagia selamanya itu adalah usaha yang keras dari kedua belah pihak.
Kadang
masalah yang timbul bukanlah masalah yang prinsip.. hanya cara kita
bicara, atau mencuci baju, cara menyapu, cara makan, bahkan cara
"ngunyah" makanan bisa membuat suasana jadi tidak enak.
Banyak hal yang membuat saya juga suami saya harus bisa belajar
bersabar untuk menerima dan melengkapi kekurangan masing-masing. Tidak
seperti masa pacaran, yang bisa tidak mengangkat telpon, atau tidak mau
keluar kamar saat lagi berantem, setelah menikah, mau tidak mau, suka
tidak suka, malam harinya tetap harus tidur di ranjang yang sama. Kalau
ingin menyimpan marah sampai besok paginya lagi..coba saja, dijamin
tidur malam ga nyenyak, karena hati ada ganjalannya..
Jadi...siapapun
yang "kepalanya" lebih dingin..pasti akan mulai pembicaraan & minta
maaf, tidak peduli salah atau tidak..!! Karena itulah pernikahan.
Tidak akan ada yang menang atau kalah..yang ada dua-duanya terluka.. jadi jalan terbaik adalah menyelesaikannya..
Tapi, balik lagi seperti lautan yang ada pasang surutnya, begitu juga
sebuah pernikahan. Ada "saat tertentu" kita harus berhadapan dengan
masalah, tapi bukankah masalah itu hanya datang pada "saat
tertentu"...??
Lebihnya itu adalah saat-saat bahagia kita, seperti
bangun pagi bisa bercanda dengan muka yang kusut dan mata belekan, atau
sarapan pagi dengan teh manis karena kesiangan ga sempat masak, atau
bisa ngepel rumah bareng-bareng karena lupa matiin keran air &
airnya meluap, atau jajan makanan pinggir jalan padahal sudah bawa
bekal dari rumah, atau......masiiiiih banyak lagi kebahagiaan dalam
pernikahan.
Baiklah, sepertinya tulisan saya ini terlalu berat untuk siang yang mendung ini..hehehe...
Intinya, Pernikahan itu memang bukan hal yang mudah..tapi kita bisa
membuatnya indah dengan Cinta yang banyak.. hati yang luas untuk bisa
memaafkan dan menerima.. komitmen yang luar biasa.. juga yang terpenting
kita butuh "Tuhan" untuk bisa menjadikan kita & pernikahan kita
menjadi berhasil & bahagia selamanya..... ^___^
Sabtu, 05 November 2011
Pernikahan adalah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar