eorang kawan mengajak saya menulis buku mengenai wanita-wanita jomblo
dengan segala rasa dan kisahnya.
Konon, ia tertarik menyelami perasaan para wanita jomblo, untuk mengerti
kekalutan, kemudian menceritakan kesepian dan kesendirian mereka.
Ajakan ini membuat saya merenung kemudian.
Ternyata wanita jomblo..memang benar-benar identik dengan kehidupan yang suram, sedih dan menderita.
Namun apakah hanya itu saja gambaran yang dimiliki oleh orang-orang di sekitar kami..?
Apa hanya seperti itu bagian kehidupan yang menjadi jatah para wanita jomblo, (termasuk saya)..?
Memang banyak wanita jomblo yang berkeluh kesah..
memperlihatkan kesusahan mereka, serta harapan yang tak pernah putus untuk mendapatkan seorang pasangan hidup..
mereka dihantui oleh umur yang semakin bertambah bahkan ada yang mendekati senja..
Menurut
saya itu wajar.
Sama wajarnya seperti kisah sepasang suami istri yang rindu menimbang
anak yang tak kunjung diberi, seperti juga kisah pelik keluarga yang tak
harmonis, yang merindukan kenyamanan di ruang keluarganya.
Bukankah setiap manusia “diberi” kesempatan untuk berduka, tidak peduli
ia belum ataukah sudah menikah..?
Jika saja melihat lebih dalam lagi, kedalam hati seorang jomblo..
manakah kira-kira yang paling membebani : kesepian ataukah kegalauan menghadapi tuntutan lingkungan untuk segera bersuami..?
kalau bagi saya, terus terang, yang paling menjadi beban adalah tuntutan dari orang-orang di sekitar saya..
karena sampai saat ini, jomblo tidak berarti membuat saya harus merasa sepi.
mungkin
gambaran kesepian, penderitaan dan keputusasaan itulah yang menjadi
alasan, mengapa para sahabat, teman, dan terutama keluarga dari wanita
jomblo, beramai-ramai prihatin, dan selalu menanyakan dan "mengurusi"
mengenai "kapan kiranya si wanita jomblo akan melepas masa
lajangnya.."..
Tetapi, hati saya tetap penasaran untuk bertanya,
apakah tidak ada sudut pandang lain dari sebuah situasi menjadi Jomblo,
selain hal-hal negative, yang menarik untuk diungkap dan diceritakan..?
##
Menjadi
tema sebuah buku, atau bisa jadi suatu saat nanti menjadi bahan
riset..entah mengapa membuat saya berfikir...menjadi jomblo itu tak ada
bedanya dengan menjadi seorang gay/lesbian.
dianggap tabu.
tidak wajar.
bisa menjadi bahan penelitian.
sebuah kondisi yang tidak dapat diterima/unacceptable conditions.
mungkin ini terlalu berlebihan, namun seperti itulah yang sempat saya rasakan.
Bertanyalah ke segenap penjuru dunia, adakah seseorang di dunia ini yang berkeinginan untuk sendiri selamanya..?
saya rasa, jawabannya mutlak : tidak ada.
Namun Tuhan menciptakan dunia dan isinya, bukan tanpa rencana.
Ada skenario besar yang melingkupi kehidupan kita semua, di kehidupan saat ini, kehidupan masa lalu, dan masa yang akan datang.
semuanya saling kait mengait. dan tak ada satupun kisah yang seragam.
Termasuk kisah, bagaimana seseorang bisa menjomblo sementara yang lainnya menikah.
Tuhan mempunyai rencana-rencana yang kadang berbeda dengan harapan kita..
Dan rencana itu lebih baik, karena Tuhan memang mengetahui apa yang terbaik bagi manusia.
##
Karena
Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang, saya yakin bahwa semua orang
berhak untuk merasakan bahagia.
Siapapun dia, apapun statusnya..jika ia manusia, maka ia berhak untuk
bahagia.
Jika pengemis, pemulung serta orang-orang yang kekurangan memiliki
bahagia mereka bahkan di dalam kekurangannya…lalu mengapa jomblo, yang
umumnya memiliki keadaan yang lebih baik dari mereka, tidak boleh
bahagia…?
Saya teringat kata bijak dari seorang Hellen Keller, yang kurang lebih mengatakan :
"Ketika
satu pintu kebahagiaan tertutup, yang lain terbuka. Tetapi sering kali
kita melihat pintu yang tertutup terlalu lama, sehingga kita tidak
menyadari pintu yang lain terbuka untuk kita".
Jodoh bisa menjadi
satu pintu kebahagiaan. Jika ia belum terbuka, karena memang Tuhan belum
memberi ijinNya..maka jangan habiskan kesedihan untuk meratapi pintu
yang tak kunjung terbuka itu..
Lihatlah juga pintu lain yang dibukakan bagi kita.
Banyak cara untuk bahagia, dan sekali lagi ingat, semua makhluk Tuhan
berhak untuk bahagia.
Jika memang suatu saat anda rasa anda sedang
tidak berada pada track kebahagiaan yang sama seperti orang lain pada
umumnya, sadarilah bahwa anda sedang menjalani peran yang berbeda.
Peran yang paling sesuai untuk anda, sesuai kemampuan anda. Peran yang
tidak bisa ditukarkan dengan peran orang lain, karena orang lain belum
tentu mampu memerankannya..
Setiap peran memiliki kebahagiaannya sendiri.
Jomblo menjadi
situasi yang tidak menyenangkan dalam pandangan umum… namun ingatlah,
orang yang berkeluarga pun belum tentu akan bahagia selamanya.
Hei,Lihatlah
dunia..
Terlalu banyak yang bisa dilakukan di dunia ini daripada sekedar
memikirkan kegalauan karena belum memiliki pasangan.
Dunia masih teramat luas untuk dieksplorasi, sebelum kita
meninggalkannya..
Sadarilah, bahwa suatu kondisi yang berada diluar jangkauan untuk kita
kuasai, akan lebih mudah kita hadapi jika kita dapat menerima dan
mengambil hikmahnya..
Jangan bersedih, jangan membebani diri..
Setiap manusia memiliki takdirnya sendiri..
Kuasai hidup anda, lakukan yang terbaik..
Bersabarlah dengan kondisi, percayalah anda akan baik-baik saja..
Masih banyak hal-hal baik yang bisa dilakukan, daripada sekedar sedih dan meratapi diri.
Terimalah keadaan, yakinlah bahwa itu adalah keadaan terbaik yang harus anda hadapi, untuk bisa lulus dalam ujian kehidupan
Daun gugur karena ada masanya..
Ulat menjadi kempompong pun karena sudah ada ketetapan waktunya..
Pasang dan surut air laut ada hitungan masanya..
Begitupun tunas-tunas padi, setiap bijinya memiliki takaran hidup yang sudah diatur oehNya..
Jika tak ada 1 helai daunpun yang luput dari pantauanNya..jadi menurut anda semua, bagaimana dengan kita..?
Makhluk yang dimuliakan Tuhan dengan akal, dengan rasa..dan terlebih lagi dengan iman..
Masing-masing manusia memiliki ukuran waktu dalam kehidupannya..kapan ia lahir, kapan ia menikah, kapan ia meninggal dunia…
Semua sudah ada dalam cakupan pengetahuan Tuhan, dalam pantauanNya.
##
Saya hanya tak ingin, jika gambaran jomblo, baik dari saya ataupun teman-teman saya yang lain..menjadi gambaran suram.
Karena tidak benar semuanya seperti itu.
Anda lebih berharga
daripada sekedar symbol lara..
Tunjukkan pada sahabat, keluarga, dan dunia..bahwa anda lebih pantas
tersenyum daripada berduka.
Biarkan dunia mengira anda susah, namun pastikan anda melihat dan
mempercayai diri anda sendiri bisa bahagia, apapun kondisinya. sekarang
saat anda sendiri, ataupun nanti saat jodoh anda menghampiri.
Akan
ada waktunya kawan…bersabarlah, akan ada waktunya..
Sementara itu, jangan sia-siakan kesempatan lain untuk berbahagia..
karena kesempatan seperti itu ada, terbuka bagi siapa saja yang ingin
bahagia.
23102011
ditengah gerahnya udara surabaya
Sabtu, 05 November 2011
Gambaran Jomblo
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar